Kabut Asap Tebal Bikin Bandara Jambi Chaos, Puluhan Penerbangan Berantakan

Kabut asap pekat memaksa dua pesawat komersial melakukan pengalihan rute di Bandara Sultan Thaha Jambi. Visibility yang turun drastis menjadi alasan utama keputusan ini, melumpuhkan operasional penerbangan sementara waktu.

Aug 24, 2026 - 17:35
Aug 24, 2026 - 17:35
 0  3
Kabut Asap Tebal Bikin Bandara Jambi Chaos, Puluhan Penerbangan Berantakan

Reyben - Kabut asap yang menyelimuti Jambi menciptakan situasi darurat di Bandara Sultan Thaha pada hari ini. Dua pesawat komersial terpaksa dialihkan ke bandara lain setelah jarak pandang menurun drastis hingga hanya 1.000 meter. Insiden ini menunjukkan betapa seriusnya dampak kualitas udara terhadap operasional penerbangan di region.

Batik Air menjadi maskapai pertama yang merasakan dampak langsung dari kondisi visibility yang sangat terbatas. Pilot pesawat rute Batik Air tidak dapat melakukan pendaratan yang aman di runway Bandara Sultan Thaha dan terpaksa mengalihkan tujuan ke Bandara Hang Nadim Batam. Keputusan ini tentu membawa konsekuensi logistik dan waktu terbang yang lebih panjang bagi penumpang yang semula merencanakan perjalanan singkat ke Jambi.

Tidak hanya Batik Air, maskapai Super Air Jet juga mengalami nasib serupa dalam situasi yang sama memprihatinkan. Pesawat milik maskapai ini harus dialihkan ke Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang, kota tetangga yang jaraknya cukup jauh dari destinasi awal penumpang. Kondisi ini menciptakan kekacauan jadwal dan ketidakpastian bagi ratusan penumpang yang terdampak oleh pengalihan rute mendadak.

Pihak otoritas bandara terus memantau kondisi atmosfer dengan cermat sepanjang hari. Seiring dengan meningkatnya kondisi kualitas udara dan berkurangnya intensitas asap, jarak pandang secara bertahap kembali membaik menjelang sore hari. Situasi penerbangan yang sempat kacau perlahan mengalami normalisasi, meski tetap diperlukan kehati-hatian ekstra dalam setiap prosedur take-off dan landing.

Bencana asap yang mengganggu transportasi udara ini kembali mengingatkan masyarakat akan urgensi penanganan kualitas udara dan pencegahan kebakaran hutan di kawasan Sumatera. Pemerintah dan berbagai stakeholder perlu meningkatkan koordinasi untuk mencegah terulangnya insiden serupa yang merugikan ekonomi dan mobilitas masyarakat. Lessons learned dari kejadian hari ini semoga menjadi momentum untuk penguatan sistem peringatan dini dan protokol keselamatan penerbangan yang lebih robust di masa mendatang.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow