Jenazah Khamenei Diusung Jutaan Orang, Suara Murka Terhadap Trump-Netanyahu Bergema
Jutaan pelayat memenuhi jalanan Teheran saat prosesi jenazah Ali Khamenei berlangsung. Di tengah upacara tersebut, seruan kemarahan terhadap Trump dan Netanyahu bergema dengan kuat, mencerminkan sentimen anti-Barat yang kuat di Iran.
Reyben - Prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei menciptakan momentum yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan ratusan ribu bahkan jutaan pelayat memenuhi jalanan untuk memberikan penghormatan terakhir. Di tengah upacara yang meriah dan penuh dengan doa, suara-suara penuh kemarahan terhadap Presiden Amerika Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bergema dengan keras dari kerumunan massa. Seruan-seruan tersebut mencerminkan sentimen publik Iran yang telah lama menginginkan pertanggungjawaban dari kedua pemimpin Barat atas kebijakan-kebijakan yang dianggap merugikan negara Republik Islam Iran.
Salat jenazah yang diselenggarakan di Teheran menjadi panggung bagi ribuan warga Iran untuk mengekspresikan emosi mendalam mereka. Khamenei, yang memimpin Iran selama 35 tahun, meninggal dalam keadaan yang masih menjadi misteri bagi sebagian kalangan internasional. Kehadiran massa yang sangat besar menunjukkan betapa besar pengaruh Khamenei dalam kehidupan politik dan sosial Iran. Seruan-seruan yang terdengar, meskipun kontroversial bagi komunitas internasional, merupakan bagian dari ekspresi duka dan kemarahan yang kompleks dari masyarakat Iran yang merasa kehilangan tokoh sentral mereka.
Pemerintah Iran tidak memberikan respons langsung terhadap seruan-seruan tersebut, namun kehadiran aparat keamanan dan militer yang masif di lokasi prosesi menunjukkan tingkat kewaspadaan yang tinggi. Beberapa analis geopolitik melihat momentum ini sebagai kesempatan bagi Iran untuk merekonsolidasikan kekuatan internal dan mempertegas sikap anti-Barat mereka. Trump, yang kini menjadi kandidat calon presiden, dan Netanyahu, yang sedang menghadapi tekanan internasional, menjadi sasaran utama dari kemarahan massa Iran yang terekspos secara langsung melalui media sosial dan siaran langsung dari berbagai saluran berita.
Momen ini juga menarik perhatian dunia internasional karena menunjukkan dinamika ketegangan geopolitik yang terus memanas di Timur Tengah. Beberapa negara Barat mengutuk seruan kekerasan tersebut sebagai bentuk ekstremisme, sementara beberapa pihak di dunia Arab dan Muslim melihatnya sebagai ekspresi legitim dari ketidakpuasan terhadap kebijakan Barat. Prosesi pemakaman Khamenei dengan demikian bukan hanya sekadar upacara keagamaan, tetapi juga menjadi panggung global yang mencerminkan perpecahan dan ketegangan yang masih membekas di panggung dunia internasional.
What's Your Reaction?