Jangan Pilih-pilih Lauk! Kepala BGN: Makanan Basi Harus Dikembalikan Semua
Kepala BGN Sudaryono memberikan peringatan keras tentang konsumsi makanan tidak layak. Dia menegaskan bahwa makanan berkualitas buruk harus dikembalikan sepenuhnya ke SPPG untuk pemeriksaan, bukan hanya dipilah-pilah.
Reyben - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, memberikan peringatan tegas kepada masyarakat Indonesia tentang konsumsi makanan yang tidak layak. Dalam pernyataannya yang cukup keras, Sudaryono menolak keras praktik konsumen yang hanya menyeleksi bagian-bagian tertentu dari makanan berkualitas rendah sambil membuang sisanya. Menurutnya, jika sebuah makanan sudah dinyatakan tidak layak konsumsi, maka seluruh porsi makanan tersebut harus dikembalikan tanpa terkecuali, bukan hanya dipilah-pilah. Pernyataan ini menjadi sorotan publik mengingat maraknya kasus penyediaan makanan yang tidak memenuhi standar kesehatan di berbagai institusi.
Sudaryono menjelaskan bahwa praktik memilih-milih lauk dari hidangan yang tidak layak sebenarnya tidak menyelesaikan masalah, melainkan hanya menunda risiko kesehatan. Dia menekankan bahwa setiap makanan yang tidak memenuhi kriteria keamanan pangan harus ditangani dengan prosedur yang jelas dan terukur. Kepala BGN ini secara eksplisit menyatakan bahwa makanan berkualitas buruk atau basi, yang disingkat sebagai MBG, sama sekali tidak boleh dikonsumsi dalam kondisi apapun. Bahkan jika hanya sebagian kecil dari hidangan yang terlihat bermasalah, keseluruhan makanan tetap harus diperlakukan sebagai barang yang tidak aman untuk dimakan.
Proses pengembalian makanan yang tidak layak konsumsi harus dilakukan ke Satuan Penyelenggara Penyediaan Gizi (SPPG) untuk diperiksa lebih lanjut. SPPG memiliki tanggung jawab untuk menganalisis penyebab ketidaklayakan makanan, mulai dari penanganan, penyimpanan, hingga kualitas bahan baku yang digunakan. Melalui pemeriksaan mendalam, SPPG dapat memberikan rekomendasi perbaikan dan memastikan bahwa insiden serupa tidak terulang kembali. Sudaryono percaya bahwa sistem ini adalah satu-satunya cara yang efektif untuk menjaga standar keamanan pangan di tingkat nasional.
Pernyataan tegas dari Kepala BGN ini menjadi peringatan penting bagi semua pihak yang terlibat dalam sistem penyediaan makanan, baik di sekolah, kantor pemerintah, maupun institusi lainnya. Sudaryono mengajak masyarakat untuk tidak berkompromi dengan standar keamanan pangan dan tidak melakukan praktik yang dapat membahayakan kesehatan. Dengan sikap tegas ini, BGN berharap dapat meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya menjaga kualitas dan keamanan setiap makanan yang akan dikonsumsi. Apabila ada keraguan terhadap kualitas makanan, langkah terbaik adalah mengembalikan seluruh porsi, bukan mencoba menyelamatkan bagian yang dianggap masih baik.
What's Your Reaction?