Idrus Marham: Kritik Boleh, Tapi Jangan Lupakan Sopan Santun dan Etika Bermasyarakat
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Idrus Marham mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam menyampaikan kritik terhadap pemerintah untuk memelihara kesehatan demokrasi Indonesia.
Reyben - Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Idrus Marham, menekankan bahwa hak mengkritik pemerintah adalah bagian integral dari sistem demokrasi Indonesia. Namun, dia juga mengingatkan bahwa setiap kritik harus disampaikan dengan penuh tanggung jawab dan tidak melupakan nilai-nilai etika yang berlaku dalam masyarakat. Pesan ini disampaikan Marham sebagai bentuk concern terhadap dinamika perpolitikan nasional yang semakin panas, di mana kritik sering kali diungkapkan tanpa mempertimbangkan dampak sosial dan moral yang ditimbulkannya.
Menurut Marham, demokrasi yang sehat bukan sekadar tentang kebebasan berbicara, melainkan juga tentang kedewasaan dan tanggung jawab dalam menggunakan kebebasan tersebut. Kritik yang konstruktif adalah yang dibangun atas dasar fakta, data, dan analisis mendalam, bukan sekadar emosi atau kepentingan kelompok tertentu. Politisi senior Golkar ini percaya bahwa masyarakat Indonesia masih memiliki nilai-nilai luhur yang perlu dijaga, dan kebebasan mengkritik harus berjalan beriringan dengan norma-norma etika yang telah menjadi pegangan bangsa selama berabad-abad. Tanpa itu, demokrasi akan berubah menjadi kerangnya saja tanpa substansi yang bermakna.
Idrus Marham juga menyoroti fenomena media sosial yang memungkinkan siapa saja untuk berbicara tanpa filter. Platform digital telah memberikan ruang yang sangat luas bagi ekspresi, namun juga memunculkan tantangan baru dalam menjaga etika komunikasi publik. Banyak kritik yang dilontarkan dengan bahasa kasar, menyerang pribadi, atau bahkan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Marham berpandangan bahwa edukasi tentang literasi digital dan etika komunikasi menjadi sangat penting dalam era ini. Sebagai pemimpin partai, dia merasa berkewajiban untuk mengingatkan kader-kader Golkar agar selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap bentuk komunikasi dan kritik terhadap lawan politiknya.
Pernyataan Marham ini dirancang untuk menjadi panggilan moral bagi seluruh elemen bangsa, tidak hanya kepada kalangan politisi. Dia mengajak masyarakat, aktivis, jurnalis, dan semua stakeholder untuk melakukan perenungan diri tentang bagaimana cara mereka mengkritik dan menyuarakan aspirasi. Demokrasi Indonesia akan terus kuat jika setiap individu memahami bahwa kebebasan berbicara datang dengan tanggung jawab yang sama besar. Marham optimis bahwa dengan kesadaran kolektif ini, Indonesia dapat terus berkembang sebagai negara demokrasi yang matang, di mana kritik menjadi sarana konstruktif untuk perbaikan, bukan sekadar ajang pertukaran serangan verbal yang merusak kohesi sosial.
What's Your Reaction?