Hashim Djojohadikusumo: Indonesia Tidak Perlu Buka Hutan untuk Tambah Sawah

Hashim Djojohadikusumo menegaskan pemerintah tidak akan membuka kawasan hutan untuk memperluas lahan persawahan. Pemerintah lebih fokus pada intensifikasi pertanian dan teknologi modern untuk meningkatkan produktivitas lahan existing.

Oct 6, 2026 - 13:58
Oct 6, 2026 - 13:58
 0  2
Hashim Djojohadikusumo: Indonesia Tidak Perlu Buka Hutan untuk Tambah Sawah

Reyben - Utusan Khusus Presiden untuk Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo memberikan penjelasan tegas kepada publik bahwa pemerintah Indonesia tidak memerlukan perluasan lahan pertanian melalui pembukaan kawasan hutan. Pernyataan ini menjadi penting mengingat terus bergulirnya diskusi tentang keseimbangan antara kebutuhan pangan nasional dan pelestarian lingkungan hidup. Djojohadikusumo, yang memiliki pengalaman luas dalam bidang ekonomi dan kebijakan pembangunan berkelanjutan, menegaskan posisi pemerintah dengan penuh keyakinan bahwa ada jalan alternatif yang lebih efisien untuk mencapai ketahanan pangan tanpa mengorbankan ekosistem hutan yang vital.

Menurut Hashim Djojohadikusumo, strategi intensifikasi pertanian pada lahan yang sudah ada menjadi prioritas utama pemerintah dalam meningkatkan produksi pangan. Beliau menjelaskan bahwa teknologi pertanian modern, irigasi yang lebih baik, dan penggunaan bibit unggul dapat secara signifikan meningkatkan produktivitas sawah existing tanpa perlu membuka lahan baru di kawasan hutan. Pemerintah percaya bahwa optimalisasi penggunaan lahan pertanian yang sudah tersedia akan menghasilkan dampak yang lebih menguntungkan secara ekonomi maupun lingkungan. Pendekatan ini sejalan dengan komitmen Indonesia terhadap target pengurangan emisi gas rumah kaca dan pelestarian keanekaragaman hayati yang telah dideklarasikan di tingkat internasional.

Pernyataan Djojohadikusumo juga mengindikasikan adanya kesadaran mendalam dari pemerintah pusat tentang nilai strategis hutan Indonesia dalam mitigasi perubahan iklim global. Hutan berfungsi sebagai penyerap karbon yang sangat penting, menjaga sistem hidrologi, dan menjadi habitat ribuan spesies flora dan fauna endemik. Dengan mempertahankan luas tutupan hutan, Indonesia tidak hanya berkontribusi pada stabilitas iklim planet, tetapi juga menjaga potensi ekonomi jangka panjang dari sektor kehutanan dan pariwisata. Logika pemerintah ini mencerminkan pemahaman bahwa kerusakan hutan akan memberikan biaya lingkungan dan ekonomi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan manfaat jangka pendek dari ekspansi pertanian.

Langkah tegas ini menunjukkan bahwa pemerintah sedang mengarahkan pembangunan pertanian menuju model yang lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab. Investasi dalam riset dan pengembangan teknologi pertanian presisi, pertanian organik yang efisien, serta diversifikasi komoditas menjadi fokus untuk memastikan ketahanan pangan tanpa menambah beban lingkungan. Dengan pendekatan holistik ini, Indonesia berusaha membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi pertanian dan konservasi lingkungan bukanlah hal yang bertentangan, melainkan dua aspek yang dapat berjalan beriringan dalam strategi pembangunan jangka panjang yang matang.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow