Gibran Rakabuming Raka Terima Kritik dengan Terbuka, Rismon Apresiasi Kedewasaan Keluarga Presiden

Rismon Sianipar memuji sikap Gibran Rakabuming Raka yang terbuka terhadap kritik meski menghadapi kontroversi ijazah, mencerminkan nilai-nilai demokratis kuat dalam keluarga Presiden Joko Widodo.

Mar 13, 2026 - 13:47
Mar 13, 2026 - 13:47
 0  1
Gibran Rakabuming Raka Terima Kritik dengan Terbuka, Rismon Apresiasi Kedewasaan Keluarga Presiden

Reyben - Rismon Sianipar, figur dekat dengan keluarga besar Presiden Joko Widodo, memberikan pujian kepada Gibran Rakabuming Raka atas sikap dewasa dalam menerima berbagai kritik yang diarahkan padanya. Dalam pernyataannya, Rismon menekankan bahwa meskipun mendapat sorotan terkait isu-isu kontroversial termasuk persoalan ijazah palsu, Gibran menunjukkan keterbukaan yang mengagumkan. Apresiasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai demokratis memang tertanam kuat dalam keluarga presiden. Sikap Gibran yang tidak menutup diri terhadap pandangan kritis menunjukkan karakter pemimpin muda yang berkualitas.

Menurut Rismon, keterbukaan Gibran dalam menerima dirinya bukan sekadar lipstick pada kepribadiannya. Lebih dari itu, hal ini mencerminkan sistem nilai yang ditanamkan dalam lingkungan keluarga Jokowi sejak lama. Rismon menilai bahwa keluarga presiden memiliki pemahaman mendalam tentang pentingnya dialog dua arah dalam demokrasi. Keterbukaan ini bukan berarti mereka lemah atau tidak memiliki prinsip, melainkan menunjukkan kepercayaan diri untuk berbicara dan didengarkan dalam suasana yang sehat. Rismon percaya bahwa inilah yang membedakan keluarga ini dari kebanyakan keluarga kaya dan berkuasa di Indonesia.

Kritik yang sempat menjadi viral terkait ijazah Gibran tidak membuat muda berusia 36 tahun itu tertutup atau defensif. Sebaliknya, cara Gibran merespons berbagai pertanyaan dan keraguan publik menunjukkan kedewasaan emosional yang patut diapresiasi. Rismon melihat bahwa Gibran memahami bahwa dalam era digital dan transparansi seperti saat ini, kunci adalah tidak bersembunyi dari sorotan publik. Sikap ini tentu bertolak belakang dengan ekspektasi banyak pihak yang mungkin mengira anak presiden akan menggunakan kekuasaan untuk membungkam kritik. Justru sebaliknya yang terjadi, memberikan ruang kepada publik untuk berbicara menjadi pilihan yang diambil.

Rismon juga mengamati bahwa nilai demokrasi yang tinggi dalam keluarga Jokowi bukan datang dari pengakuan lisan semata, tetapi terlihat dari praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. Keluarga besar ini, menurut Rismon, selalu mendorong anggota-anggotanya untuk mendengarkan, berdialog, dan tidak takut untuk dipertanyakan. Dalam konteks kepemimpinan publik, sikap seperti ini sangat berharga karena menjadi contoh bahwa kekuasaan tidak harus dipertahankan dengan menutup pintu dialog. Rismon yakin bahwa jika lebih banyak pemimpin muda meniru sikap Gibran ini, Indonesia akan memiliki ekosistem kepemimpinan yang lebih sehat dan inklusif untuk generasi mendatang.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow