Gempa NTT Tinggalkan Jejak Duka: 400 Sekolah Hancur, Ribuan Siswa Kehilangan Ruang Belajar

Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo di NTT menyebabkan kerusakan pada 400 sekolah. Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menyerukan perhatian serius terhadap pemulihan infrastruktur pendidikan di wilayah bencana.

Aug 19, 2026 - 13:21
Aug 19, 2026 - 13:21
 0  2
Gempa NTT Tinggalkan Jejak Duka: 400 Sekolah Hancur, Ribuan Siswa Kehilangan Ruang Belajar

Reyben - Bencana gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya meninggalkan korban jiwa dan kerugian material, tetapi juga merobohkan harapan pendidikan ribuan anak-anak Indonesia. Data terbaru yang disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa sekitar 400 unit sekolah di wilayah NTT mengalami kerusakan signifikan akibat guncangan gempa dahsyat tersebut. Angka ini menjadi alarm merah bagi dunia pendidikan nasional, menunjukkan betapa rapuhnya infrastruktur sekolah di daerah rawan bencana.

Lalu Hadrian Irfani, yang merupakan pejabat penting dalam komisi yang mengurusi bidang pendidikan di parlemen, menegaskan bahwa kerusakan sekolah-sekolah ini bukan sekadar masalah teknis yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Kondisi bangunan sekolah yang rusak parah menciptakan situasi yang sangat memprihatinkan, dimana proses belajar mengajar harus dihentikan atau dialihkan ke lokasi-lokasi darurat yang tidak ideal. Beberapa sekolah mengalami kerusakan struktural yang serius, dari dinding yang retak hingga atap yang ambruk, sementara beberapa lainnya masih dalam kondisi yang meragukan untuk digunakan sebagai tempat belajar yang aman.

Implikasi dari kerusakan 400 sekolah ini sangat besar terhadap sekitar puluhan ribu siswa yang terpaksa kehilangan akses pendidikan berkualitas. Anak-anak di NTT, yang sudah menghadapi tantangan keterbatasan fasilitas pendidikan sebelum bencana ini terjadi, kini semakin terjepit dalam situasi yang sulit. Mereka harus beradaptasi dengan kondisi belajar yang tidak memadai, sambil pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya berlomba merancang solusi untuk memulihkan sektor pendidikan. Wakil Ketua Komisi X ini turut menekankan perlunya respons cepat dan terkoordinasi dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga komunitas lokal untuk menangani krisis pendidikan yang diakibatkan gempa tersebut.

Menghadapi situasi darurat ini, Komisi X DPR RI telah mengingatkan semua pihak akan pentingnya rehabilitasi infrastruktur sekolah sebagai prioritas utama dalam upaya pemulihan pasca-gempa. Pemerintah dituntut untuk tidak hanya fokus pada penanganan korban jiwa, tetapi juga untuk memberikan perhatian serius pada pemulihan fasilitas pendidikan. Strategi jangka pendek seperti penggunaan sekolah sementara atau sistem pembelajaran jarak jauh perlu diimplementasikan, sementara upaya rekonstruksi bangunan sekolah yang permanen tetap menjadi target jangka menengah dan panjang. Dengan koordinasi yang baik dan dukungan finansial yang memadai, diharapkan proses pemulihan pendidikan di NTT dapat berjalan lebih cepat dan efisien, sehingga generasi muda NTT tidak kehilangan momentum mereka dalam mengejar pendidikan berkualitas.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow