Gempa 6.1 SR Mengguncang Nias Selatan, BMKG Pastikan Aman dari Ancaman Tsunami

Gempa magnitudo 6.1 mengguncang Nias Selatan pada Rabu, 18 Agustus pukul 13.02 WIB. BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami yang membahayakan penduduk setempat.

Aug 18, 2026 - 14:28
Aug 18, 2026 - 14:28
 0  2
Gempa 6.1 SR Mengguncang Nias Selatan, BMKG Pastikan Aman dari Ancaman Tsunami

Reyben - Sebuah gempa bumi berkekuatan magnitudo 6.1 telah mengguncang wilayah Nias Selatan pada hari Rabu, 18 Agustus lalu. Getaran yang terasa cukup signifikan ini terjadi pada pukul 13.02 WIB dengan titik pusat berada pada kedalaman 29 kilometer. Meski kekuatannya tergolong menengah, gempa ini langsung menjadi perhatian publik mengingat sejarah gempa dan tsunami yang pernah melanda Pulau Nias. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan tegas menyatakan bahwa gempa kali ini tidak memiliki potensi membangkitkan tsunami yang membahayakan.

Lokasi episentrum gempa terletak sekitar 147 kilometer ke arah tenggara dari Kabupaten Nias Selatan, membuat dampaknya tersebar di beberapa wilayah sekitarnya. Dengan kedalaman 29 kilometer, gempa ini termasuk dalam kategori gempa tektonik yang berasal dari pergesekan lempeng bumi di dalam kerak bumi. Karakteristik gempa semacam ini memang memiliki kecenderungan untuk dirasakan dalam jangkauan luas, meskipun intensitasnya berkurang seiring dengan bertambahnya jarak dari pusat gempa. Warga di sekitar Nias Selatan melaporkan merasakan getaran yang cukup jelas, namun tidak menciptakan kerusakan signifikan.

Pengalaman buruk Nias pada tahun 2004 ketika gempa 8.6 SR memicu tsunami dahsyat yang merenggut ribuan nyawa, membuat masyarakat setempat tetap waspada setiap kali terjadi aktivitas seismik. Trauma tersebut masih tertanam dalam ingatan kolektif penduduk Pulau Nias. Oleh karena itu, setiap aktivitas gempa di wilayah ini selalu direspons dengan antisipasi tinggi. Namun, BMKG memastikan bahwa tidak semua gempa akan menghasilkan tsunami. Faktor-faktor seperti kedalaman episentrum, mekanisme fokus gempa, dan lokasi gempa relative terhadap laut menjadi penentu utama potensi tsunami.

Para ahli seismologi menjelaskan bahwa gempa dengan kedalaman 29 kilometer seperti yang terjadi kemarin merupakan gempa dalam yang jarang menghasilkan displacement vertikal laut yang signifikan. Displacement inilah yang menjadi pemicu utama terbentuknya gelombang tsunami. Dengan jarak episentrum sejauh 147 kilometer dari Kabupaten Nias Selatan dan kedalaman moderate, probabilitas terjadinya tsunami diminimalkan. BMKG telah melakukan analisis menyeluruh dan monitoring real-time untuk memastikan keselamatan masyarakat. Pusat Peringatan Dini Tsunami tidak mengeluarkan peringatan tsunami apapun terkait dengan kejadian ini, yang menunjukkan skalanya tidak kritis dalam konteks potential hazard. Masyarakat diimbau tetap tenang namun tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow