Gempa 5,7 SR Kejut Perairan Sukabumi, Tiga Daerah Merasakan Guncangan Dahsyat
Gempa bermagnitudo 5,7 mengguncang perairan selatan Sukabumi pada Minggu pagi. Getaran terasa di tiga wilayah Jawa Barat, namun BMKG memastikan tidak ada potensi tsunami.
Reyben - Perairan selatan Sukabumi, Jawa Barat, kembali digoyang oleh aktivitas seismik yang cukup signifikan pada Minggu pagi, 11 Oktober 2026. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi dengan magnitudo 5,7 telah terjadi pada pukul 10.30 WIB. Meski memiliki kekuatan yang terukur, gempa yang berpusat di area laut ini berhasil dirasakan oleh masyarakat di sejumlah wilayah di sekitarnya, menimbulkan kekhawatiran di kalangan penduduk setempat.
Data dari BMKG menunjukkan bahwa episentrum gempa berlokasi di perairan, tepatnya di zona selatan Kabupaten Sukabumi. Kedalaman gempa tercatat cukup dalam, yang berkontribusi pada penyebaran gelombang seismik ke berbagai arah. Dengan magnitudo 5,7 SR, gempa ini termasuk dalam kategori gempa menengah yang mampu menyebabkan guncangan cukup terasa namun tidak sampai menimbulkan kerusakan struktural yang serius. Sebanyak tiga wilayah di Provinsi Jawa Barat melaporkan adanya getaran yang dirasakan secara signifikan oleh penduduk mereka pada saat kejadian.
BMKG telah melakukan analisis mendalam terhadap mekanisme terjadinya gempa ini dan memberikan penjelasan kepada publik. Penyebab utama gempa tersebut adalah aktivitas tektonik di zona subduksi yang berada di selatan Jawa Barat. Zona ini merupakan area pertemuan antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia, yang secara geologis sangat aktif dan rawan mengalami pelepasan energi seismik. BMKG menginformasikan bahwa fenomena ini merupakan bagian dari dinamika kerak bumi yang terus-menerus terjadi di wilayah tersebut.
Keputusan BMKG untuk tidak mengeluarkan peringatan tsunami menjadi angin segar bagi masyarakat pesisir yang sempat khawatir. Meskipun gempa terjadi di laut dengan magnitudo 5,7, karakteristik mekanisme fokus gempa tersebut dinilai tidak memiliki potensi untuk memicu gelombang tsunami yang berbahaya. Lembaga ini terus melakukan monitoring real-time terhadap kondisi laut dan aktivitas seismik untuk memastikan keamanan masyarakat. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG mengenai perkembangan situasi seismik terkini di kawasan ini.
What's Your Reaction?