Gedung Sate Bandung Punya 'Ruang Hati' Bernama Pasanggrahan Pancarasa, Ini Filosofinya

Halaman Gedung Sate Bandung resmi berganti nama menjadi Pasanggrahan Pancarasa. Penamaan ini membawa filosofi mendalam tentang lima indra, keikhlasan, dan kepedulian sosial yang ingin ditanamkan dalam ruang publik bersejarah tersebut.

Aug 18, 2026 - 04:02
Aug 18, 2026 - 04:02
 0  4
Gedung Sate Bandung Punya 'Ruang Hati' Bernama Pasanggrahan Pancarasa, Ini Filosofinya

Reyben - Bandung kini memiliki suatu yang istimewa di halaman Gedung Sate. Ruang publik tersebut telah diresmikan dengan nama Pasanggrahan Pancarasa, sebuah penamaan yang sarat makna mendalam tentang kemanusiaan dan spiritualitas. Keputusan pemberian nama ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan cerminan dari nilai-nilai yang ingin ditanamkan dalam setiap sudut ikonik Ibu Kota Jawa Barat tersebut. KDM (Kemendikbudristek) selaku institusi yang terlibat menjelaskan bahwa ada filosofi mendalam di balik setiap kata yang dipilih untuk menjadi identitas baru halaman bersejarah ini.

Istilah Pasanggrahan Pancarasa sendiri mengandung makna yang sangat filosofis dan terhubung erat dengan konsep lima indra dalam tradisi Jawa. Pancarasa, yang berarti lima rasa atau lima indra, merujuk pada dimensi spiritual dan material kehidupan manusia. Setiap indra—penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecapan, dan peraba—diyakini memiliki peran penting dalam memahami dunia sekitar dan mengembangkan empati terhadap sesama. KDM menekankan bahwa pemilihan nama ini didasarkan pada keyakinan bahwa melalui kelima indera tersebut, manusia dapat belajar untuk lebih peka, lebih peduli, dan lebih ikhlas dalam menjalani kehidupan bersama.

Selain melambangkan penghargaan terhadap warisan budaya Jawa, Pasanggrahan Pancarasa juga menjadi simbol komitmen untuk menjadikan Gedung Sate bukan hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai ruang yang mengedukasi pengunjung tentang pentingnya nilai-nilai kemanusiaan. Halaman yang telah diubah namanya ini diharapkan dapat menjadi tempat refleksi bagi masyarakat Bandung dan pengunjung dari berbagai daerah. Dengan suasana yang dirancang untuk merangsang semua indera, ruang ini menjadi medium pembelajaran yang holistik. KDM percaya bahwa dalam setiap kunjungan ke Pasanggrahan Pancarasa, setiap individu dapat merenung tentang makna keikhlasan, kepedulian sosial, dan tanggung jawab bersama dalam membangun masyarakat yang lebih baik.

Kehadiran Pasanggrahan Pancarasa menandai babak baru dalam upaya pelestarian dan perevitalisasi ruang publik bersejarah. Inisiatif ini menunjukkan bahwa nama dan identitas sebuah tempat memiliki kekuatan untuk membentuk pengalaman dan persepsi pengunjung. Ke depannya, diharapkan halaman Gedung Sate dengan identitas barunya dapat menjadi destinasi yang bermakna, bukan hanya karena nilai historisnya, tetapi juga karena pesan moral yang terkandung di dalamnya. Langkah ini mencerminkan visi Kemendikbudristek untuk terus mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal dengan kebutuhan kontemporer masyarakat modern.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow