Edhie Baskoro Yudhoyono: Museum dan Galeri Seni Indonesia Butuh Standar Internasional yang Lebih Kuat

Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono mendorong penguatan tata kelola museum dan galeri seni Indonesia melalui kerja sama internasional untuk meningkatkan standar profesionalisme dan daya saing global.

Oct 21, 2026 - 03:03
Oct 21, 2026 - 03:03
 0  4
Edhie Baskoro Yudhoyono: Museum dan Galeri Seni Indonesia Butuh Standar Internasional yang Lebih Kuat

Reyben - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Edhie Baskoro Yudhoyono, mengangkat isu penting tentang perlunya penguatan tata kelola museum dan galeri seni di seluruh nusantara. Dalam berbagai kesempatan, politikus senior ini menekankan bahwa institusi seni dan budaya Indonesia memerlukan reformasi mendalam untuk bisa bersaing di kancah global. Dorong untuk meningkatkan standar pengelolaan menjadi fokus utama guna memastikan warisan budaya nasional tetap terjaga dan berkembang optimal di masa depan.

Menurut Edhie Baskoro Yudhoyono, upaya penguatan tata kelola tidak bisa dilakukan secara parsial atau hanya mengandalkan sumber daya internal saja. Dia menekankan pentingnya kolaborasi strategis dengan berbagai negara dan organisasi internasional yang memiliki pengalaman lebih matang dalam mengelola institusi seni berkelas dunia. Melalui kerja sama ini, Indonesia diharapkan dapat mengadopsi best practices terbaik dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia yang bekerja di sektor museum dan galeri seni. Pertukaran ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi jembatan utama untuk membawa institusi-institusi seni Indonesia ke level yang lebih profesional dan terukur.

Dalam pandangannya, museum dan galeri seni bukan hanya sekadar tempat penyimpanan benda-benda bersejarah atau karya seni semata. Lebih dari itu, institusi-institusi ini berperan strategis sebagai pusat edukasi, penelitian, dan pelestarian budaya yang sangat vital bagi identitas nasional. Edhie Baskoro Yudhoyono percaya bahwa dengan mengelola museum dan galeri seni dengan standar internasional, Indonesia tidak hanya menjaga aset budayanya tetapi juga membuka peluang ekonomi kreatif yang signifikan. Sektor pariwisata budaya dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan jika dikelola dengan profesional dan terstruktur dengan baik.

Langkah konkret yang ditawarkan mencakup peningkatan infrastruktur, digitalisasi koleksi, pelatihan staff, dan pengembangan sistem manajemen modern. Edhie Baskoro Yudhoyono juga mendorong pemerintah untuk mengalokasikan anggaran yang memadai dan menciptakan regulasi yang mendukung pengembangan sektor ini. Dengan komitmen penuh dari berbagai stakeholder dan dukungan kerjasama internasional yang berkelanjutan, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat seni dan budaya Asia yang diakui secara global. Visi ini bukan hanya tentang preservasi masa lalu, melainkan juga tentang membangun masa depan yang lebih cerah melalui apresiasi dan pengelolaan warisan budaya secara optimal.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow