Dry Ice Jadi Senjata Rahasia Pemerintah Lawan Kabut Asap Karhutla di Sumatra dan Kalimantan

Pemerintah Indonesia menggunakan teknologi dry ice dan modifikasi cuaca untuk mengatasi kabut asap karhutla yang melanda Sumatra dan Kalimantan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan keberhasilan strategi ini dengan turunnya hujan di beberapa daerah.

Oct 20, 2026 - 14:14
Oct 20, 2026 - 14:14
 0  4
Dry Ice Jadi Senjata Rahasia Pemerintah Lawan Kabut Asap Karhutla di Sumatra dan Kalimantan

Reyben - Pemerintah Indonesia mengumumkan strategi inovatif dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah menciptakan kabut asap pekat di kawasan Sumatra dan Kalimantan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa teknologi dry ice dan modifikasi cuaca menjadi senjata ampuh untuk menguraikan konsentrasi asap yang membahayakan kesehatan masyarakat. Kedua metode ini telah dioperasionalkan di empat provinsi sekaligus sebagai bagian dari upaya komprehensif mengatasi bencana asap yang berkepanjangan.

Dry ice, yang merupakan karbon dioksida padat bersuhu ekstrem negatif 78,5 derajat Celsius, dipilih karena kemampuannya mengubah dinamika partikel asap di udara. Ketika dry ice disemprotkan ke atmosfer, perubahan suhu drastis ini menciptakan kondisi yang mendorong pembentukan awan dan presipitasi. Teknologi ini bukan sekadar teori kosong melainkan telah diuji efektivitasnya dalam operasi skala besar melibatkan berbagai lembaga pemerintah dan institusi meteorologi nasional. Prasetyo Hadi menekankan bahwa penggunaan dry ice harus dikombinasikan dengan prediksi cuaca akurat agar hasil maksimal dapat dicapai.

Operasi modifikasi cuaca yang dilakukan secara paralel melibatkan penerbangan khusus membawa perlengkapan dispersi iodida perak ke lapisan atmosfer. Metode ini telah dipraktikkan oleh berbagai negara dengan tingkat keberhasilan tinggi dalam menginduksi turunnya hujan di wilayah-wilayah yang memerlukan. Dalam konteks karhutla Sumatra dan Kalimantan, modifikasi cuaca menjadi instrumen penting karena hujan alami relatif sulit didapat selama musim kemarau berlangsung. Tim meteorologi nasional secara real-time memantau pergerakan massa udara dan konsentrasi asap untuk menentukan waktu dan lokasi optimal melakukan operasi.

Berkat kombinasi strategi teknologi canggih dan koordinasi antarinstansi yang solid, cuaca akhirnya berubah menjadi lebih baik dengan turunnya hujan di beberapa daerah. Menteri Prasetyo Hadi mengucapkan syukur atas terjadinya perubahan kondisi atmosfer yang menguntungkan ini. Meski demikian, pemerintah tidak berpuas diri dan terus memperkuat sistem kewaspadaan dini serta operasi pemadaman api di lokasi sumber asap. Upaya preventif melalui pemberian sanksi tegas kepada pelaku pembakaran lahan juga diperkuat untuk memastikan tragedi serupa tidak terulang pada musim mendatang.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow