DPR Desak Kebijakan Gas Industri Harus Terjemah Jadi Keuntungan Bisnis Nyata
Komisi VII DPR RI mendesak agar pengawasan pasokan gas industri tidak hanya jadi wacana, tapi menghasilkan dampak nyata bagi bisnis. Anggota DPR Gandung Pardiman apresiasi upaya Menperin, namun tetap kritis soal harga dan distribusi.
Reyben - Komisi VII DPR RI mengingatkan bahwa pengawasan pasokan gas alam untuk sektor industri tidak boleh hanya menjadi slogan politik belaka. Gandung Pardiman, salah satu anggota komisi yang membidangi energi, memberikan apresiasi kepada Menteri Perindustrian atas dedikasi dalam memastikan ketersediaan gas tetap terjaga untuk mendukung roda industri nasional. Namun, apresiasi tersebut dibarengi dengan harapan yang jelas: setiap upaya pengawalan pasokan harus menghasilkan dampak konkret yang bisa langsung dirasakan oleh pelaku usaha di lapangan.
Saat ini, tantangan dalam pasokan gas menjadi salah satu penghambat serius bagi pertumbuhan sektor industri Indonesia. Banyak pabrik yang terpaksa mengurangi kapasitas produksi atau bahkan menghentikan operasional sementara karena ketidakstabilan pasokan. Situasi ini menciptakan efek domino yang merugikan: dari pengurangan jam kerja karyawan hingga berkurangnya daya saing ekspor produk Indonesia di pasar global. Gandung Pardiman menekankan bahwa koordinasi antara berbagai stakeholder—mulai dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, hingga perusahaan distributor gas—harus berjalan dengan sinkron dan transparan.
Dalam diskusi dengan para pemangku kepentingan, anggota DPR tersebut menyoroti pentingnya penyusunan strategi jangka panjang yang tidak hanya menjamin ketersediaan gas, tetapi juga harga yang kompetitif. "Tidak cukup hanya menjamin pasokannya ada, tetapi juga harus dengan harga yang tidak memberatkan industri kecil dan menengah," tegas Pardiman. Dukungan pemerintah dalam bentuk regulasi yang mendukung efisiensi distribusi, serta investasi infrastruktur yang memadai, menjadi kunci utama untuk mewujudkan industri yang sehat dan berkelanjutan.
Parlimen juga akan terus melakukan pengawasan terhadap implementasi kebijakan pasokan gas ini. Gandung Pardiman berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap keputusan dan program yang dibuat benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi ekosistem industri Indonesia. Kolaborasi sinergis antara pemerintah, DPR, dan industri diharapkan dapat menciptakan momentum pertumbuhan ekonomi yang lebih solid dan berkelanjutan di masa depan.
What's Your Reaction?