Ditjenpas Buka Suara: Klaim Narapidana Nusakambangan Jalankan Penipuan Online Ternyata Hoaks

Ditjenpas secara tegas membantah isu yang beredar di media sosial tentang narapidana Lapas Nusakambangan yang diduga melakukan penipuan online dari dalam penjara. Klaim tersebut dinyatakan sebagai berita yang tidak benar dan tanpa dasar faktual.

Aug 13, 2026 - 23:41
Aug 13, 2026 - 23:41
 0  3
Ditjenpas Buka Suara: Klaim Narapidana Nusakambangan Jalankan Penipuan Online Ternyata Hoaks

Reyben - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) turun tangan merespons isu yang beredar luas di media sosial tentang seorang narapidana di Lapas Nusakambangan yang diduga melakukan tindak kejahatan online scam dari dalam sel penjara. Ditjenpas secara tegas menyanggah klaim tersebut dan menyatakan bahwa informasi yang tersebar adalah tidak benar dan tidak memiliki dasar faktual yang kuat. Pernyataan ini disampaikan untuk menjernihkan publik dan mencegah penyebaran misinformasi lebih lanjut yang dapat merusak reputasi institusi pemasyarakatan.

Menurut penjelasan dari pihak Ditjenpas, narapidana berinisial IJS yang menjadi sorotan dalam isu tersebut tidak terbukti melakukan segala bentuk aktivitas kejahatan siber atau penipuan online selama menjalani masa hukumannya di Lapas Nusakambangan. Lapas Nusakambangan sendiri merupakan salah satu fasilitas pemasyarakatan dengan tingkat keamanan maksimal di Indonesia, dilengkapi dengan sistem pengawasan yang ketat dan terbatas untuk akses komunikasi eksternal. Ditjenpas menekankan bahwa protokol keamanan yang diterapkan di lapas ini dirancang khusus untuk mencegah narapidana melakukan aktivitas ilegal dari dalam penjara, termasuk kejahatan cyber dan penipuan online.

Pihak Ditjenpas juga mengungkapkan bahwa mereka telah melakukan verifikasi mendalam terhadap semua klaim yang beredar di media sosial. Hasil investigasi internal menunjukkan tidak ada bukti konkret yang menunjukkan keterlibatan narapidana IJS dalam serangkaian tindak kejahatan penipuan online. Ditjenpas menekankan pentingnya masyarakat untuk selektif dalam menerima informasi dari internet dan media sosial, serta mengutamakan sumber resmi ketika mencari informasi mengenai kasus-kasus yang melibatkan institusi pemasyarakatan. Respons cepat Ditjenpas ini dimaksudkan untuk memberikan klarifikasi yang jelas dan menghindari terjadinya stigmatisasi yang tidak perlu terhadap lembaga pemasyarakatan dan sistem keamanannya.

Dalam era digital yang penuh dengan cerita beredar dengan cepat melalui platform media sosial, pihak Ditjenpas menyerukan kepada publik untuk lebih kritis dan bertanggung jawab dalam berbagi informasi. Mereka meminta agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap kabar yang belum terverifikasi, terutama yang menyangkut institusi pemerintah. Ditjenpas berkomitmen untuk terus meningkatkan transparansi dan komunikasi dengan publik sehingga dapat membangun kepercayaan yang lebih baik. Lembaga ini juga menyampaikan bahwa pihaknya siap memberikan informasi akurat dan terpercaya terkait berbagai aspek operasional pemasyarakatan kepada siapa saja yang membutuhkannya melalui saluran resmi dan komunikasi yang tepat.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow