Disney Gelegar Lagi: Ratusan Karyawan Ditendang, Divisi Teknologi Jadi Sasaran Empuk

Disney memicu guncangan baru dengan PHK ratusan karyawan di September 2026. Divisi teknologi dan HR menjadi target utama dalam restrukturisasi yang agresif ini, memicu kekhawatiran industri tentang dampak inovasi dan kesejahteraan pekerja.

Oct 1, 2026 - 08:11
Oct 1, 2026 - 08:11
 0  4
Disney Gelegar Lagi: Ratusan Karyawan Ditendang, Divisi Teknologi Jadi Sasaran Empuk

Reyben - The House of Mouse kembali membuat guncangan di industri hiburan global. Disney menutup September 2026 dengan kabar yang tidak menyenangkan bagi ribuan karyawannya—perusahaan raksasa ini meluncurkan gelombang PHK kedua dalam beberapa bulan terakhir. Kali ini, ratusan pekerja dari berbagai divisi menjadi korban kebijakan penghematan biaya agresif yang sedang dijalankan manajemen. Divisi teknologi dan sumber daya manusia (HR) menjadi pusat badai, dengan tingkat pengurangan tenaga kerja yang signifikan di kedua sektor tersebut.

Aksi PHK masif ini mencerminkan strategi restrukturisasi besar-besaran yang sedang Disney lakukan untuk mengoptimalkan operasional. Perusahaan yang dikenal dengan karakter ikonik Mickey Mouse ini didorong untuk meningkatkan efisiensi seiring dengan tantangan ekonomi global dan perubahan perilaku konsumsi konten digital. Divisi teknologi, yang merupakan tulang punggung transformasi digital Disney, tidak terbukti kebal dari penghematan ini. Ironisnya, teknologi justru menjadi fokus investasi perusahaan di era streaming ini, namun keputusan PHK menunjukkan ada pemangkasan yang tidak terduga dalam strategi tersebut.

Para pekerja yang terdampak melaporkan bahwa prosesnya dilakukan dengan cukup cepat, tanpa kesempatan negosiasi yang berarti. Banyak karyawan menerima notifikasi dari manajemen tentang keputusan pemutusan hubungan kerja mereka, diikuti dengan paket severance yang bervariasi tergantung lama masa kerja. Divisi HR, yang seharusnya menjadi advokat bagi karyawan, justru mengalami pengurangan staf yang membuat situasi semakin kompleks. Beberapa sumber internal mengungkapkan bahwa keputusan ini datang tanpa komunikasi yang transparan mengenai kriteria seleksi atau strategi jangka panjang perusahaan.

Reaksi dari industri teknologi dan media sangat beragam. Beberapa analis melihat ini sebagai koreksi yang diperlukan dalam menghadapi tantangan bisnis streaming yang kompetitif, sementara yang lain mengkhawatirkan dampak jangka panjang terhadap inovasi Disney. Dengan mengurangi tenaga kerja di divisi teknologi, Disney mungkin menghadapi risiko tertinggal dalam race pengembangan platform dan aplikasi yang terus berkembang. Organisasi buruh juga mengangkat keprihatinan atas skala PHK yang dianggap berlebihan tanpa perencanaan dampak sosial yang matang.

Keputusan Disney ini menambah daftar panjang perusahaan teknologi dan media besar yang melakukan pengurangan karyawan dalam tahun ini. Dari Meta hingga Amazon, gelombang PHK telah menjadi fenomena umum di Silicon Valley dan sekitarnya. Namun, Disney—yang memposisikan diri sebagai salah satu employer terbaik di industri hiburan—kini harus menghadapi pertanyaan tentang komitmennya terhadap kesejahteraan karyawan. Pihak manajemen Disney belum memberikan pernyataan resmi yang mendetail mengenai alasan spesifik di balik pengurangan ini dan visi pemulihan perusahaan ke depan.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow