Di Tengah Reruntuhan, Petugas SPBU Pertamina Manggung Layani Publik Demi Energi Tetap Mengalir
Saat gempa magnitudo 7,7 mengguncang Manggarai, Valentinus Jantur, petugas SPBU Pertamina, memilih tetap bekerja demi menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat. Kisahnya menunjukkan dedikasi luar biasa di balik setiap layanan publik saat bencana melanda.
Reyben - Ketika bumi berguncang dengan dahsyat pada Sabtu pagi (15/8/2026), Valentinus Jantur sedang menyiapkan diri untuk menunaikan tugas hariannya. Pukul 05.46 WITA, gempa berkekuatan magnitudo 7,7 tiba-tiba menjadi penggugah yang paling tidak diinginkan di Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Namun, tanpa pikir panjang, petugas SPBU Pertamina berusia 39 tahun ini memilih untuk tetap hadir di tempat kerjanya, melampaui rasa takut dan kekhawatiran akan keselamatannya sendiri.
Jantur bukan sekadar nama di daftar karyawan. Dia adalah simbol dedikasi yang sering terlupakan dalam narasi bencana alam. Saat media massa sibuk meliput kerusakan infrastruktur dan korban jiwa, petugas-petugas seperti Jantur terus bekerja dengan tenang, memastikan bahwa bahan bakar minyak tetap tersedia untuk masyarakat yang membutuhkan. Tanpa kehadiran mereka, ambulans penyelamat tidak bisa beroperasi, kendaraan logistik bantuan akan terhenti, dan kelumpuhan ekonomi darurat akan semakin memperburuk situasi yang telah carut-marut.
Di SPBU yang mungkin juga mengalami kerusakan akibat gempa tersebut, Jantur melayani setiap pelanggan dengan profesionalisme tinggi. Beberapa pengendara mungkin muncul dengan wajah pucat dan tangan yang gemetar, trauma dari guncangan bumi yang maha dahsyat. Namun, dia tetap memberikan senyuman dan pelayanan terbaik, seolah-olah bencana itu bukanlah hal yang mengganggu rutinitas hariannya. Komitmen ini bukan sekadar instruksi perusahaan, tetapi refleksi dari rasa tanggung jawab pribadi terhadap komunitas lokal.
Kisah Jantur mengingatkan kita bahwa ada banyak sosok pahlawan tanpa tanda jasa yang bekerja di garis depan, bahkan ketika dunia sedang mengalami cobaan. Mereka tidak menunggu situasi menjadi normal kembali untuk kembali bekerja. Sebaliknya, mereka hadir tepat ketika dibutuhkan yang paling kritis, memastikan bahwa tatanan sosial-ekonomi tidak sepenuhnya runtuh. Pertamina dan ribuan petugas lapangan seperti Jantur menjadi tulang punggung ketahanan nasional yang jarang terlihat dalam liputan berita utama.
Komitmen melayani kebutuhan energi masyarakat, khususnya di masa krisis, adalah bentuk patriotisme yang nyata dan konkret. Ketika negara sedang terpuruk, orang-orang seperti Valentinus Jantur memilih untuk tetap berdiri kokoh, melanjutkan misi mereka dengan kesadaran penuh bahwa energi yang mereka salurkan akan membantu proses pemulihan. Cerita sederhana ini layak menjadi pengingat bahwa di balik setiap tanki bensin dan setiap transaksi di SPBU, ada manusia-manusia luar biasa yang memilih duty over fear, melayani over berlindung diri sendiri.
What's Your Reaction?