Dewi Perssik Beri THR Rp15 Ribu ke Tetangga, Netizen Malah Nyinyir: 'Dikasih Salah, Gak Dikasih Dighibahin'

Dewi Perssik memberikan THR Rp15 ribu ke tetangga saat mudik, tapi malah dinyinyir netizen. Penyanyi itu pun merespons dengan statement kontroversial yang mencerminkan frustrasinya.

Mar 23, 2026 - 11:51
Mar 23, 2026 - 11:51
 0  0
Dewi Perssik Beri THR Rp15 Ribu ke Tetangga, Netizen Malah Nyinyir: 'Dikasih Salah, Gak Dikasih Dighibahin'

Reyben - Aksi berbagi rezeki yang dilakukan Dewi Perssik saat mudik ke kampung halaman di Jember justru menjadi bahan gunjingan di media sosial. Penyanyi dan aktris yang dikenal dengan kepribadian lantang ini memberikan uang Tunjangan Hari Raya (THR) senilai Rp15 ribu kepada tetangga sebagai bentuk tradisi saling berbagi kebahagiaan di moment spesial Lebaran. Namun, niat mulia tersebut justru menimbulkan polemik yang cukup panas di platform digital, dengan sejumlah netizen yang mengomentari keputusannya tersebut.

Debat yang terjadi di media sosial ini menunjukkan bagaimana Dewi Perssik berada dalam posisi yang sulit untuk dimenangkan. Di satu sisi, dia telah melakukan kebaikan dengan membagi rezeki kepada tetangga di saat Lebaran. Namun, di sisi lain, jumlah uang yang diberikan dinilai terlalu kecil oleh sebagian netizen yang merasa tidak dihargai. Komentar-komentar sarkastis pun mulai berdatangan, dengan beberapa akun yang mengkritik bahwa memang sulit untuk berbagi kebahagiaan tanpa menerima kritik, baik jumlahnya terlalu sedikit maupun terlalu banyak.

Dewi Perssik merespons isu ini dengan kalimatnya yang khas dan penuh sarcasm: "Dikasih salah, gak dikasih dighibahin!" Ungkapan tersebut mencerminkan frustrasinya terhadap ketidakpuasan sebagian masyarakat yang selalu menemukan celah untuk mengomentari setiap aksinya. Melalui statement tersebut, dia seperti ingin menyampaikan bahwa tidak ada cara yang tepat untuk menyenangkan semua orang, karena akan selalu ada yang merasa dirugikan atau tidak puas dengan apa yang diberikan.

Tradisi berbagi saat Lebaran memang selama ini menjadi bagian penting dari budaya Indonesia. Namun, kasus Dewi Perssik ini membuka diskusi menarik tentang bagaimana ekspektasi masyarakat terhadap selebriti berbeda dengan masyarakat biasa. Ketika seseorang yang memiliki status sosial tinggi melakukan aksi berbagi, seringkali standar dan harapan yang diterima jauh lebih berat. Baik dalam hal jumlah nominal yang diberikan maupun cara dalam menyampaikannya kepada penerima.

Kasus ini juga menjadi cerminan dari budaya "hasrat mengomentari" yang berkembang pesat di era digital ini. Netizen seakan-akan memiliki hak untuk menilai setiap keputusan yang dibuat oleh figur publik, termasuk cara mereka berbagi kebahagiaan. Padahal, niat awal Dewi Perssik adalah murni untuk memberikan kegembiraan dan merayakan momen kebersamaan bersama tetangga. Kondisi ini membuat banyak selebriti menjadi hati-hati dalam setiap langkah mereka, khawatir aksi baik mereka justru akan disalahpahami atau dikritik tanpa tahu fakta sebenarnya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow