Dari Sel Penjara hingga Karya Tulis: Ferdy Sambo Terus Produktif Sambil Menjalani Hukuman Seumur Hidup

Ferdy Sambo terus menunjukkan produktivitasnya meski menjalani hukuman seumur hidup dengan menulis buku, melanjutkan S2, dan meraih sertifikat penulis profesional, sementara putranya sukses lulus Akpol 2026.

Jul 15, 2026 - 04:58
Jul 15, 2026 - 04:58
 0  0
Dari Sel Penjara hingga Karya Tulis: Ferdy Sambo Terus Produktif Sambil Menjalani Hukuman Seumur Hidup

Reyben - Ferdy Sambo, mantan Kepala Divisi Propam Polri yang sedang menjalani hukuman seumur hidup, kembali menjadi sorotan publik setelah kabar menggembirakan datang dari keluarganya. Putranya berhasil lulus masuk Akademi Kepolisian (Akpol) 2026, menjadi bukti nyata bahwa keluarga Sambo terus melangkah maju meski sang ayah terkurung di balik jeruji besi. Prestasi ini menunjukkan bahwa stigma negatif tidak sepenuhnya mengikuti generasi penerus keluarga tersebut dalam mengejar impian mereka.

Selama berada di balik penjara, Ferdy Sambo tidak pernah berhenti mengasah kemampuannya. Sosok yang pernah menjadi salah satu tokoh penting di internal Polri ini memanfaatkan waktu luangnya untuk mengembangkan diri melalui berbagai kegiatan edukatif. Salah satu yang paling menonjol adalah aktivitasnya dalam menulis buku, di mana Sambo mencoba mengabadikan pemikiran dan pengalamannya dalam bentuk tulisan yang kemudian diterbitkan dan beredar di kalangan terbatas. Dedikasi terhadap dunia tulis-menulis ini menunjukkan bahwa penjara tidaklah sepenuhnya menghilangkan semangat produktivitasnya.

Tidak hanya sibuk dengan proyek penulisan buku, Ferdy Sambo juga melanjutkan pendidikan formalnya ke jenjang yang lebih tinggi. Mantan Kadiv Propam ini mengikuti program studi S2 (Strata 2) sambil menjalani masa tahanan, sebuah upaya yang menunjukkan komitmen tinggi terhadap pengembangan intelektual pribadi. Selain itu, Sambo juga aktif mengikuti berbagai kursus dan pelatihan, termasuk mendapatkan sertifikat penulis profesional yang diakui secara resmi. Pencapaian akademik ini membuktikan bahwa keterbatasan ruang fisik bukan penghalang bagi seseorang yang memiliki determinasi kuat untuk terus berkembang dan belajar.

Perjalanan Ferdy Sambo di balik penjara sebenarnya menyimpan pelajaran menarik tentang resiliensi dan produktivitas manusia. Meskipun karir polisnya berakhir tragis dengan divonis hukuman seumur hidup atas kasus yang mengguncang opini publik, namun dia memilih untuk tidak menyerah pada nasib. Dukungan keluarga, khususnya keberhasilan putranya masuk Akpol, menjadi momentum positif yang memperkuat tekad Sambo untuk tetap memberikan kontribusi nyata, meski hanya dalam bentuk karya tulisan dan pengembangan diri akademis. Cerita ini mengingatkan kita semua bahwa setiap orang berhak untuk bangkit dan terus belajar, terlepas dari kesalahan masa lalu yang mereka perbuat.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow