Danantara Masuk Kubu Ojol: Strategi Jitu Tekan Komisi Driver Hingga 8 Persen

PT BPI Danantara telah mengakuisisi saham aplikasi ojek online dengan misi menurunkan komisi driver. Langkah strategis ini diharapkan memberikan relief bagi pengemudi yang selama ini membayar komisi tinggi.

May 1, 2026 - 22:14
May 1, 2026 - 22:14
 0  0
Danantara Masuk Kubu Ojol: Strategi Jitu Tekan Komisi Driver Hingga 8 Persen

Reyben - Langkah berani PT BPI Danantara untuk membeli saham di aplikasi ojek online mencuri perhatian publik. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengumumkan bahwa perusahaan fintech terkemuka ini telah mengakuisisi kepemilikan saham pada sejumlah platform transportasi berbasis aplikasi. Mengapa langkah ini diambil? Tujuannya sangat jelas: memberikan relief kepada para pengemudi dengan menurunkan potongan komisi mereka menjadi 8 persen. Ini merupakan intervensi signifikan dalam ekosistem transportasi digital yang selama ini menjadi sorotan publik karena tingginya tarif komisi.

Perdebatan soal komisi driver ojol memang bukan hal baru. Selama bertahun-tahun, pengemudi mengeluhkan beban komisi yang dirasa terlalu tinggi, sementara perusahaan aplikasi mengandalkan revenue dari potongan tersebut untuk operasional dan ekspansi. Situasi ini menciptakan tension yang terus-menerus antara dua belah pihak. Masuknya Danantara dengan strategi akuisisi saham membawa angin segar bagi persoalan yang sempat macet ini. Dengan menjadi shareholder, perusahaan ini memiliki kewenangan untuk mempengaruhi kebijakan komisi dari dalam, bukan sekadar sebagai pihak ketiga yang mengkritik dari luar.

Model bisnis yang ditawarkan Danantara tergolong unik dan proaktif. Bukannya membangun platform ojol baru yang akan memecah pasar, mereka memilih untuk turut serta dalam kepemilikan platform yang sudah ada. Pendekatan ini dianggap lebih efisien dan pragmatis karena Danantara tidak perlu membangun infrastruktur dari nol. Sebaliknya, mereka bisa langsung mempengaruhi policy dari dalam struktur perusahaan. Target penurunan komisi menjadi 8 persen adalah angka yang sangat kompetitif dan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan pengemudi tanpa membuat platform bangkrut.

Respon dari berbagai stakeholder terbagi-bagi. Organisasi driver ojol menyambut positif langkah ini karena setiap penurunan komisi berarti peningkatan pendapatan mereka. Sementara itu, pihak manajemen platform ojol lain memandang strategis dengan pertanyaan tentang sustainability model bisnis mereka. Analis industri berpandangan bahwa masuknya pemain baru seperti Danantara menunjukkan kompetisi sehat dalam industri transportasi digital sedang berlangsung. Kompetisi ini pada akhirnya menguntungkan konsumen dan driver, dua pihak yang sangat penting dalam ekosistem ojol.

Komitmen Danantara ini juga bisa dilihat sebagai tanggung jawab sosial perusahaan yang ingin berkontribusi pada kesejahteraan driver. Dengan punya saham dan kursi di board, Danantara dapat memastikan bahwa setiap keputusan bisnis mempertimbangkan dampak sosial. Ini sejalan dengan tren global dimana perusahaan fintech modern tidak hanya fokus profit, tetapi juga purpose. Turunnya komisi dari tingkat industri yang lebih tinggi menjadi 8 persen membuktikan bahwa Danantara serius dengan misi mereka ini.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow