Ciracas Jaktim Terendam: Banjir Setinggi 1,7 Meter Rugikan Ribuan Keluarga di Hari Raya
Banjir dengan ketinggian 1,7 meter melanda delapan rukun warga di Ciracas, Jakarta Timur, pada Sabtu malam, 21 Maret 2026. Ribuan keluarga terpaksa mengungsi di hari pertama Lebaran 1447 H.
Reyben - Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 H berubah menjadi musibah bagi ribuan warga Ciracas, Jakarta Timur. Sabtu malam, 21 Maret 2026, banjir dengan ketinggian mencapai 1,7 meter melanda delapan rukun warga (RW) sekaligus, menciptakan situasi darurat yang mengusik kebersamaan keluarga di tengah perayaan Lebaran. Genangan air yang tiba-tiba menggenangi permukiman ini menyebabkan ratusan keluarga terpaksa mengungsi, meninggalkan rumah dan barang berharga mereka.
Kejadian ini menjadi salah satu banjir terbesar yang melanda kawasan Ciracas dalam beberapa tahun terakhir. Delapan RW yang terdampak merupakan area hunian padat penduduk dengan mayoritas rumah tinggal bertipe kecil. Air setinggi 1,7 meter cukup untuk menutupi sebagian besar struktur rumah-rumah penduduk, menyebabkan kerusakan pada furniture, barang elektronik, dan peralatan rumah tangga lainnya. Tidak hanya itu, genangan air juga merendam jalan akses utama, mengisolasi beberapa permukiman dan mempersulit mobilitas warga untuk keluar dari zona banjir.
Tim penyelamat tergabung dari Basarnas dan petugas BPBD Jakarta Timur langsung bergerak dalam hitungan jam setelah laporan awal masuk. Mereka melakukan evakuasi bertahap untuk menyelamatkan warga yang terperangkap di rumah-rumah, khususnya lansia dan anak-anak. Operasi penyelamatan berlangsung malam-malam dalam kondisi cuaca yang tidak mendukung, dengan peralatan perahu karet dan helikopter siap siaga. Berkat kerja keras tim, hingga Minggu sore tidak ada laporan korban jiwa, meski puluhan keluarga mengalami luka-luka ringan dan trauma psikis.
Para ahli menyebut banjir ini dipicu oleh kombinasi cuaca ekstrem dan kondisi drainase yang sudah jenuh. Hujan deras yang turun berkepanjangan selama dua hari sebelumnya mengakibatkan sistem saluran air tidak mampu menampung debit air. Selain itu, sejumlah saluran drainase di area tersebut mengalami pendangkalan akibat sampah dan lumpur yang menumpuk. Pemda Jakarta Timur telah menjanjikan pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem irigasi untuk mencegah banjir serupa terulang di masa depan.
Tak terhitung kerugian material yang dialami ribuan keluarga di Ciracas akibat banjir ini. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menetapkan status darurat dan berkomitmen memberikan bantuan cepat kepada korban banjir. Paket bantuan meliputi penyediaan tempat pengungsian sementara, makanan pokok, obat-obatan, hingga bantuan pembersihan dan perbaikan rumah. Masyarakat sipil dan organisasi kemanusiaan juga turut membantu dengan memberikan donasi dan tenaga untuk mendukung proses pemulihan.
What's Your Reaction?