Buya Yahya Ungkap Resep Mudah Menangkap Berkah Lailatul Qadar di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Buya Yahya memberikan panduan praktis untuk memaksimalkan 10 malam terakhir Ramadhan dengan dua ibadah fundamental yang mudah dilakukan semua kalangan Muslim.

Mar 13, 2026 - 12:27
Mar 13, 2026 - 12:27
 0  0
Buya Yahya Ungkap Resep Mudah Menangkap Berkah Lailatul Qadar di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Reyben - Memasuki fase akhir bulan suci Ramadhan, umat Muslim dihadapkan pada kesempatan emas untuk meraih malam yang penuh berkah—Lailatul Qadar. Malam istimewa ini dipercaya memiliki nilai ibadah yang setara dengan 1.000 bulan. Namun, bagaimana sebenarnya strategi terbaik untuk memaksimalkan momen berharga ini? Buya Yahya, ulama dan da'i ternama Indonesia, memberikan panduan praktis yang mudah diaplikasikan oleh semua kalangan Muslim, terutama mereka yang ingin meraih keutamaan Lailatul Qadar tanpa merasa terbebani.

Menurut penjelasan Buya Yahya dalam kajiannya, ada dua ibadah fundamental yang minimal harus dilakukan selama 10 malam terakhir Ramadhan untuk memastikan kita tidak melewatkan berkah Lailatul Qadar. Pertama adalah melaksanakan shalat tarawih dengan khusyu dan konsisten. Ibadah yang satu ini bukan sekadar rutinitas, melainkan kesempatan untuk memperdalam hubungan spiritual dengan Allah SWT. Dengan menghadiri shalat tarawih secara rutin, seorang Muslim telah mengambil langkah nyata dalam memanfaatkan kesempatan emas 10 hari terakhir Ramadhan. Tarawih bukan hanya sekadar ibadah fisik, tetapi juga membuka hati untuk menerima hidayah dan berkah dari Sang Pencipta.

Ibadah kedua yang tak kalah penting adalah melakukan i'tikaf, yakni mengasingkan diri di masjid untuk beribadah. Meskipun i'tikaf penuh selama 10 hari memang menuntut komitmen tinggi, Buya Yahya menekankan bahwa i'tikaf tidak harus dilakukan selama durasi panjang. Umat Muslim dapat melakukan i'tikaf dalam bentuk yang lebih fleksibel dan adaptif dengan kondisi masing-masing, mulai dari i'tikaf beberapa jam, satu hari, atau beberapa malam saja. Yang terpenting adalah niat murni dan konsistensi dalam memanfaatkan waktu di masjid untuk berdoa, membaca Al-Quran, dan berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT. I'tikaf memberikan suasana khusus yang mendukung konsentrasi dalam ibadah dan menciptakan lingkungan spiritual yang mendalam.

Buya Yahya juga menegaskan bahwa kesederhanaan dalam pelaksanaan kedua ibadah ini justru menjadi kekuatan. Tidak perlu merasa tertekan atau membebani diri sendiri dengan target ibadah yang terlalu tinggi. Yang esensial adalah kehadiran hati, keikhlasan, dan konsistensi, seberapapun bentuk dan durasi ibadah yang bisa kita lakukan. Dengan mengutamakan kedua ibadah ini—shalat tarawih dan i'tikaf—setiap Muslim memiliki peluang maksimal untuk menyentuh berkah Lailatul Qadar dan meraih ampunan serta rahmat Allah SWT. Semangat beribadah yang dilandasi niat baik akan membuka pintu-pintu kebaikan yang tak terduga di malam-malam istimewa tersebut.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow