Buron KKB Pembunuh Polisi Dibekuk di Yahukimo, Operasi Satgas Damai Cartenz Buahkan Hasil
Narapidana KKB Ferly Wesabla alias Ferlin (22) yang melarikan diri dari Lapas Wamena berhasil ditangkap Satgas Damai Cartenz. Tersangka pembunuh polisi ini ditahan di Yahukimo, Papua Pegunungan setelah operasi pencarian yang intensif.
Reyben - Setelah berhasil melarikan diri dari Lapas Wamena, seorang narapidana berinisial Ferly Wesabla alias Ferlin akhirnya tertangkap oleh aparat keamanan. Pria berusia 22 tahun ini merupakan anggota kelompok bersenjata (KKB) yang aktif di wilayah Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Penangkapannya menjadi prestasi signifikan bagi Satgas Damai Cartenz dalam operasi pemberantasan terorisme lokal yang terus dilakukan secara berkelanjutan.
Operasi penangkapan ini dilaksanakan pada hari Senin, 16 Maret 2026, menunjukkan keseriusan aparat dalam mengejutkan jaringan KKB yang terus menjadi ancaman keamanan di daerah timur Indonesia. Ferlin diketahui memiliki catatan kriminal yang serius, termasuk keterlibatannya dalam pembunuhan anggota polisi yang menjadi kasus prioritas tinggi bagi kepolisian nasional. Penangkapan ini membuktikan bahwa komitmen Satgas Damai Cartenz tidak pernah surut meski tersangka terus berpindah tempat dan bersembunyi.
Dari hasil penyelidikan awal, Ferlin berusaha mengubah identitasnya dan bersembunyi di tengah masyarakat sipil setelah berhasil kabur dari fasilitas lapas. Strategi bersembunyi tersebut ternyata tidak cukup ampuh menghadapi intelijen keamanan yang terus mengendus pergerakan para pelaku kejahatan di kawasan Dekai dan sekitarnya. Sejumlah informasi dari masyarakat setempat turut membantu tim operasional dalam melokalisir keberadaan tersangka hingga akhirnya dapat diamankan dengan selamat.
Penangkapan Ferlin Wesabla menandai momentum penting dalam upaya pemerintah menekan aktivitas KKB yang masih aktif di Papua Pegunungan. Satgas Damai Cartenz akan terus melanjutkan operasi penggerebekan terhadap sisa jaringan KKB yang masih buron dan menjadi buronan prioritas. Keberhasilan ini juga memberikan sinyal kuat kepada masyarakat bahwa aparat keamanan tetap berjaga dan tidak akan berhenti mengejar setiap anggota KKB yang melakukan tindak pidana berat termasuk pembunuhan terhadap aparat penegak hukum.
What's Your Reaction?