BRAN dan Bank Tanah Padu Padan Strategi Reforma Agraria, Siap Kejar Target Ambisius 2026-2029

BRAN dan Bank Tanah menggelar pertemuan strategis membahas akselerasi reforma agraria dengan fokus pada penguatan data, pemetaan lahan, dan target pencapaian 2026-2029.

Oct 8, 2026 - 18:30
Oct 8, 2026 - 18:30
 0  4
BRAN dan Bank Tanah Padu Padan Strategi Reforma Agraria, Siap Kejar Target Ambisius 2026-2029

Reyben - Pertemuan strategis antara Kepala Badan Reforma Agraria dan Tata Ruang (BRAN) Dedi Prasetyo dengan jajaran pimpinan Bank Tanah menandai momentum baru dalam upaya percepatan reforma agraria di Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas kolaborasi mendalam yang melibatkan penguatan infrastruktur data, pemetaan kepemilikan lahan, serta roadmap implementasi hingga tahun 2029. Diskusi ini juga menyentuh pencapaian target 100 hari kerja, yang menjadi fokus utama dalam akselerasi program-program strategis pemerintah di bidang agraria.

Dedi Prasetyo menekankan pentingnya sinergi antara BRAN dan Bank Tanah dalam mewujudkan reforma agraria yang inklusif dan berkelanjutan. Kehadiran Bank Tanah sebagai instrumen pendanaan menjadi kunci untuk mendukung petani dan kelompok masyarakat yang membutuhkan akses lahan. Dalam pertemuan ini, kedua institusi sepakat untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi dan database yang akurat guna memastikan distribusi lahan berjalan efisien dan transparan. Komitmen ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mengurangi kesenjangan agraria dan memberdayakan ekonomi pedesaan.

Roadmap BRAN 2026-2029 yang dibahas mencakup beberapa pilar utama, antara lain penataan ulang data pertanahan, percepatan proses pendaftaran tanah, dan peningkatan kapasitas pelaksana di lapangan. Bank Tanah siap memberikan dukungan pembiayaan untuk mendukung petani dalam mengakses lahan produktif dan mengembangkan usaha pertanian mereka. Koordinasi ini diharapkan dapat menurunkan angka sengketa lahan dan menciptakan kepastian hukum bagi para petani. Selain itu, strategi bersama ini juga menargetkan peningkatan literasi agraria di kalangan masyarakat lokal agar lebih memahami hak dan kewajiban mereka terhadap kepemilikan lahan.

Pertemuan ini mencerminkan dedikasi pemerintah dalam menjalankan amandat reforma agraria sebagai bagian integral dari pembangunan berkelanjutan. Dengan dukungan penuh dari BRAN dan Bank Tanah, diharapkan program ini dapat memberikan dampak nyata bagi jutaan petani dan masyarakat yang bergantung pada sektor agraria. Target ambisius dalam periode 2026-2029 menunjukkan bahwa pemerintah serius dalam mengatasi permasalahan lahan di tingkat akar rumput. Kolaborasi institusional semacam ini menjadi bukti nyata bahwa reforma agraria bukan sekadar slogan, tetapi komitmen konkret yang didukung oleh mekanisme pembiayaan dan data yang solid untuk mengubah nasib masyarakat petani Indonesia.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow