BI Siapkan Ekosistem Digital: FEKDI x IFSE 2026 Jadi Momentum Kolaborasi Pemerintah Percepat Transformasi Finansial

Bank Indonesia menggelar FEKDI x IFSE 2026 sebagai platform strategis kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat transformasi ekonomi dan keuangan digital, dengan fokus pada sinergi kebijakan, inovasi, dan pengembangan talenta digital.

Sep 30, 2026 - 06:09
Sep 30, 2026 - 06:09
 0  3
BI Siapkan Ekosistem Digital: FEKDI x IFSE 2026 Jadi Momentum Kolaborasi Pemerintah Percepat Transformasi Finansial

Reyben - Bank Indonesia (BI) mengangkat kolaborasi strategis sebagai kunci kesuksesan transformasi ekonomi dan keuangan digital (EKD) di Indonesia. Pertemuan FEKDI x IFSE 2026 menjadi platform penting bagi regulator, industri, dan pemerintah untuk merancang roadmap bersama dalam mengakselerasi ekosistem finansial digital yang lebih inklusif dan kompetitif. Momentum ini menunjukkan komitmen BI bahwa pertumbuhan ekonomi digital bukan hanya tanggung jawab satu institusi, melainkan hasil dari sinergi lintas sektor yang terkoordinasi dengan baik.

Ketiga pilar utama menjadi fokus perhatian dalam agenda besar ini: sinergi kebijakan, inovasi berkelanjutan, dan penguatan talenta digital. BI menekankan bahwa tanpa koordinasi kebijakan yang solid antara Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pemerintah pusat, dan daerah, potensi ekonomi digital akan sulit dimaksimalkan. Sinergi ini bukan sekadar koordinasi formal di atas kertas, tetapi implementasi nyata yang mampu menciptakan regulasi yang supportif, fleksibel, namun tetap menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. Pemerintah, melalui berbagai kementerian terkait, juga diharapkan dapat mempercepat digitalisasi infrastruktur publik sebagai tulang punggung ekosistem digital yang lebih kokoh.

Dimensi inovasi menjadi medan pertempuran baru dalam persaingan ekonomi global. BI melihat bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi hub fintech Asia Tenggara, tetapi hanya jika inovasi didorong dengan dukungan regulasi yang tepat dan ekosistem startup yang sehat. Industri keuangan digital harus didukung dengan akses modal yang lebih mudah, inkubasi bisnis yang berkualitas, dan kolaborasi dengan universitas untuk penelitian dan pengembangan solusi finansial masa depan. Tanpa inovasi berkelanjutan, Indonesia berisiko tertinggal dari negara-negara tetangga yang sudah lebih maju dalam adopsi teknologi keuangan seperti Singapura dan Thailand.

Aspek ketiga, penguatan talenta digital, dianggap BI sebagai investasi jangka panjang yang paling krusial. Transformasi digital bukan hanya tentang teknologi, melainkan tentang manusia yang memiliki skill, pemahaman, dan mindset untuk mengelola ekosistem tersebut. BI berkomitmen untuk meningkatkan program pelatihan, literasi digital keuangan, dan pengembangan sumber daya manusia di industri fintech dan perbankan digital. Kolaborasi dengan institusi pendidikan, baik universitas maupun lembaga pelatihan vokasional, menjadi strategi konkret untuk membangun generasi profesional yang siap menghadapi tantangan transformasi digital.

FEKDI x IFSE 2026 bukan hanya sekadar forum diskusi, melainkan ruang konkret untuk menghasilkan kesepakatan dan komitmen bersama. Setiap stakeholder, dari regulator hingga industri dan akademisi, diajak untuk berkontribusi dalam membangun infrastruktur ekonomi keuangan digital yang berkelanjutan. Dengan pendekatan holistik ini, Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan momentum transformasi digital untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif, resilient, dan mampu memberikan dampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat dalam dekade mendatang.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow