Bandara King Abdulaziz Riyadh Masih Lumpuh: Jamaah Umrah Indonesia Diminta Waspada dan Pantau Jadwal Penerbangan

Bandara King Abdulaziz Internasional Riyadh masih ditutup setelah serangan Houthi. Jamaah umrah Indonesia diminta segera mengecek status penerbangan mereka di maskapai resmi.

Oct 12, 2026 - 05:32
Oct 12, 2026 - 05:32
 0  4
Bandara King Abdulaziz Riyadh Masih Lumpuh: Jamaah Umrah Indonesia Diminta Waspada dan Pantau Jadwal Penerbangan

Reyben - Situasi tegang masih menyelimuti Bandara King Abdulaziz Internasional Riyadh setelah serangan drone dan rudal dari kelompok pemberontak Houthi menghantam fasilitas bandara strategis tersebut. Pihak otoritas bandara masih mempertahankan status operasional yang dihentikan sementara, membuat ribuan penumpang termasuk calon jamaah umrah dari Indonesia tertahan dalam ketidakpastian. Hingga saat ini, belum ada informasi pasti kapan bandara akan kembali beroperasi normal, mendorong semua pihak untuk tetap waspada dan memantau perkembangan situasi secara real-time.

Warga Negara Indonesia yang memiliki jadwal penerbangan ke Saudi Arabia, khususnya untuk menjalankan ibadah umrah, diminta segera mengecek status penerbangannya melalui website resmi maskapai penerbangan atau menghubungi langsung customer service. Banyak jadwal penerbangan yang telah mengalami pembatalan dan penundaan berkepanjangan akibat penutupan bandara ini. Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Agama terus memantau situasi dan memberikan update terbaru kepada masyarakat luas untuk menghindari kebingungan dan kepanikan yang tidak perlu di kalangan jamaah.

Serangan yang dilakukan kelompok Houthi ini bukan pertama kalinya menargetkan infrastruktur vital Saudi Arabia. Kelompok yang berbasis di Yaman ini secara berkala melakukan serangan dengan menggunakan teknologi drone canggih dan sistem rudal balistik. Bandara Riyadh sebagai salah satu hub penerbangan terbesar di Timur Tengah menjadi sasaran strategis yang selalu menjadi sorotan dalam setiap aksi pemberontak ini. Dampak dari serangan ini tidak hanya dirasakan pengguna bandara lokal, tetapi juga jutaan wisatawan dan jamaah dari berbagai negara termasuk Indonesia.

Pada akhirnya, masyarakat Indonesia yang merencanakan perjalanan ke Saudi Arabia harus bersiap dengan kemungkinan perubahan jadwal penerbangan atau bahkan pembatalan sementara. Disarankan untuk tidak melakukan perubahan tiket secara unilateral tanpa informasi resmi dari maskapai, karena situasi masih sangat dinamis dan terus berkembang. Untuk mendapatkan informasi terkini dan akurat, jamaah bisa menghubungi kantor KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Riyadh atau mengikuti update resmi dari Kementerian Agama RI melalui berbagai channel komunikasi resmi mereka.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow