Asap Kebakaran Hutan Tutupi Jakarta, Bandara Soekarno-Hatta Terpaksa Batalkan Dua Penerbangan

Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan membuat jarak pandang di Bandara Soekarno-Hatta drastis menurun, sehingga dua penerbangan terpaksa dibatalkan. Penumpang diminta segera mengecek jadwal terbaru melalui website dan aplikasi maskapai resmi.

Oct 17, 2026 - 09:52
Oct 17, 2026 - 09:52
 0  8
Asap Kebakaran Hutan Tutupi Jakarta, Bandara Soekarno-Hatta Terpaksa Batalkan Dua Penerbangan

Reyben - Kabut asap tebal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengganggu operasional transportasi udara di Jakarta. Bandara Internasional Soekarno-Hatta, hub penerbangan utama Indonesia, terpaksa membatalkan dua penerbangan pada hari ini akibat jarak pandang yang drastis menurun. Langit di sekitar wilayah Tangerang dan sekitarnya tampak keruh dengan dominasi warna keabu-abuan, menciptakan kondisi berbahaya bagi pesawat yang akan lepas landas maupun mendarat.

Penerbangan yang dibatalkan berasal dari rute domestik dan internasional dengan penerbang berbeda. Otoritas bandara mengambil langkah hati-hati ini untuk memastikan keselamatan penumpang dan awak pesawat mengingat visibility yang sangat terbatas akibat polusi udara. Tim manajemen bandara menjelaskan bahwa protokol keselamatan penerbangan sangat ketat dalam situasi seperti ini, dan tidak ada kompromi ketika kondisi cuaca dianggap membahayakan.

Bagi calon penumpang yang terdampak, pihak maskapai secara resmi telah menginformasikan pembatalan melalui berbagai saluran komunikasi. Penumpang dihimbau untuk segera mengecek informasi terbaru melalui website resmi maskapai, aplikasi mobile, atau menghubungi customer service langsung. Beberapa maskapai telah menyiapkan opsi rebooking tanpa biaya tambahan atau refund untuk calon penumpang yang ingin membatalkan perjalanan mereka.

Kabut asap yang menyelimuti Jakarta kali ini dipicu oleh aktivitas karhutla yang intensif di sejumlah kawasan di Pulau Jawa dan Sumatera. Data pemantauan menunjukkan kualitas udara di Jakarta mencapai kategori tidak sehat, dengan indeks kualitas udara melampaui 200. Fenomena serupa telah terjadi beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir, menunjukkan perlunya penanganan karhutla yang lebih serius dan terkoordinasi antar instansi pemerintah.

PT Angkasa Pura II selaku operator Bandara Soekarno-Hatta terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi udara setiap jam. Jika kondisi visibility membaik sesuai laporan meteorologi, operasional penerbangan diharapkan dapat kembali normal dalam waktu singkat. Namun, jika asap terus membubung, tidak menutup kemungkinan lebih banyak penerbangan lagi yang akan mengalami penundaan atau pembatalan di hari-hari mendatang.

Ini adalah peringatan penting bagi para pemangku kepentingan untuk lebih responsif dalam penanganan bencana karhutla. Tidak hanya berdampak pada penerbangan, kabut asap juga mempengaruhi kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan. Koordinasi antara Kementerian Lingkungan Hidup, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, dan instansi terkait lainnya menjadi sangat krusial untuk mencegah terulangnya situasi seperti ini.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow