Ancaman Bom di Sekolah Dasar Jakarta Selatan, Polri Luncurkan Program Healing untuk Anak-Anak Trauma

Polri memberikan pendampingan psikologis intensif kepada siswa SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Jakarta Selatan yang mengalami trauma pasca menerima ancaman teror bom.

Jul 14, 2026 - 02:03
Jul 14, 2026 - 02:03
 0  0
Ancaman Bom di Sekolah Dasar Jakarta Selatan, Polri Luncurkan Program Healing untuk Anak-Anak Trauma

Reyben - Sekolah Dasar Negeri (SDN) Srengseng Sawah 15 Pagi di Jakarta Selatan mengalami momen mencekam ketika menerima ancaman teror bom. Insiden yang mengguncang ketenangan lingkungan sekolah ini segera mendapat respons cepat dari aparat kepolisian untuk memastikan keselamatan seluruh warga sekolah. Tak hanya fokus pada penyelidikan kasus, Polri juga memberikan perhatian khusus terhadap kondisi psikologis anak-anak didik yang menjadi korban ketakutan dari ancaman tersebut.

Menanggapi situasi darurat yang terjadi, Kepolisian Resor Jakarta Selatan langsung mengerahkan tim khusus untuk memberikan pendampingan psikologis kepada para siswa SDN Srengseng Sawah 15 Pagi. Program intervensi mental health ini dirancang untuk membantu anak-anak mengatasi trauma dan kecemasan yang mungkin mereka alami pasca insiden teror bom. Tim psikolog profesional dari divisi Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polri turun langsung ke lokasi sekolah untuk memberikan konsultasi dan terapi kelompok kepada siswa-siswi yang membutuhkan.

Proses pemulihan trauma yang dilakukan oleh pihak kepolisian melibatkan berbagai metode pendekatan yang disesuaikan dengan usia dan kondisi psikologis anak-anak. Para ahli menggunakan teknik relaksasi, bermain peran, dan dialog terbuka untuk membantu siswa mengekspresikan rasa takut dan cemas mereka. Selain itu, pihak sekolah juga berkolaborasi dengan Polri dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung pemulihan emosional. Guru-guru diberikan pelatihan khusus untuk mengenali tanda-tanda trauma pada anak didik dan memberikan dukungan emosional yang tepat.

Upaya Polri ini menunjukkan komitmen serius dalam melindungi tidak hanya aspek keamanan fisik, tetapi juga kesejahteraan mental generasi muda Indonesia. Insiden teror bom di lingkungan pendidikan menjadi catatan penting bagi berbagai pihak untuk meningkatkan sistem keamanan di sekolah sekaligus mempersiapkan protokol penanganan krisis yang komprehensif. Dengan adanya program pendampingan psikologis ini, diharapkan anak-anak dapat kembali merasakan suasana sekolah yang nyaman dan aman untuk melanjutkan proses belajar mengajar mereka tanpa beban trauma yang berkelanjutan.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow